Jangan Tanya Kapan Kawin

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat jamak. Banyak sekali budaya yang ada di Indonesia. Setiap budaya pun beda-beda aturannya. Ya yang namanya budaya, kadang bagus kadang ada yang jelek juga. Di zaman modern ini, banyak sekali budaya yang membuat manusia merasa kesusahan jika mengikuti budaya tersebut. Tentu saja penyebabnya adalah karena kemajuan zaman itu sendiri yang akhirnya memberikan kondisi yang jauh berbeda dan membuat budaya tersebut tidak relevan lagi jika diterapkan. Dipaksakan pun, rasanya makin menyiksa.


Salah satu budaya yang dianggap menyusahkan adalah budaya menanyakan "kapan kawin". Ya mungkin sebagian orang tidak menganggap ini sebuah budaya, mungkin lebih menganggapnya sebuah candaan. Namun sebenarnya jika diteliti lebih jauh lagi, menanyakan "kapan kawin" ini adalah sebuah budaya. Budaya yang cenderung lebih ke arah negatif. Fakta menunjukkan kebanyakan orang yang menanyakan "kapan kawin" ini biasanya hendak memojokkan orang yang ditanya. Sangat sedikit orang yang menggunakan pertanyaan tersebut untuk memberikan solusi.

Padahal nih kalau dilihat lebih jauh mengenai perkawinan yang ada di sekitar kita, kita harusnya sedih. Banyak sekali orang yang berlomba-lomba membuat perkawinan yang mewah. Dari pihak cowok sebenarnya mereka tidak ingin membuat perkawinan mewah. Tentu saja perkawinan yang mewah ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun apa daya, biasanya calon mertua ini lah yang menuntut. Biasanya mertua-mertua ini kebawa gengsi yang tinggi atas status sosialnya di masyarakat. Dan tumbalnya adalah para lelaki yang ingin menghalalkan anaknya dengan cara perkawinan. Ironis memang.

Maka dari itu, di zaman modern ini, para lelaki juga sudah berpikir lain mengenai perkawinan. Jika dulu lelaki ingin segera kawin, kalau sekarang lebih ke arah pikir-pikir dulu. Yang pertama adalah apakah dia mampu untuk menanggung biaya pernikahan yang akan diselenggarakan. Yang kedua apakah si cewek bakal mau berjuang bersamanya. Jika kawin hanya menambah beban hidup si lelaki, maka kebanyakan lelaki akan memilih membujang dan bersenang-senang dengan caranya sendiri. Dan efeknya sangat besar. Banyak sekali cewek yang telat kawin dan galau. Selain itu, kamu akan melihat fenomena cewek bertengkar dengan cewek lain karena rebutan cowok. Ini sudah banyak terjadi di sekitar kita. Padahal dulu cewek terkenal dengan sifat malunya.

Selain faktor yang saya sebutkan di atas, ada faktor lain yaitu susahnya menemukan orang yang cocok untuk diajak hidup bersama hingga akhir hayat nanti. Ini adalah masalah yang dari dulu selalu ada dan akan terus ada pada bujang dan perawan. Bahkan sebagian orang sampai ikut biro jodoh Indonesia untuk mendapatkan referensi calon pasangan hidupnya. Tidak sedikit orang yang akhirnya menikah melalui biro jodoh. Tentu hal ini karena terkadang berinisiasi itu sulit, butuh bantuan orang ketiga untuk berkenalan dengan calon pasangan hidupnya.

Jadi, jika kamu sudah tahu masalah yang dihadapi para jomblo, jangan pernah lagi tanyakan "kapan kawin". Pamali atuh!

Komentar