Semua Ada Saatnya

Ya, semua pasti ada saatnya. Ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Begitu pula dengan kontrak kerja. Seperti layaknya karyawan, memang harus siap dipecat kapan saja. Sedih, memang. Tapi, tidak terus larut dalam kesedihan. Harus membuka lahan pencaharian baru demi menunjang berkepulnya asap di dapur.

Sebagai seorang blogger, seperti halnya pedagang dan merangkap karyawan. Aneh yah? Tapi memang faktanya begitu. Jadi pedagang ketika menawarkan dan mendapat tawaran paid review. Namun merangkap karyawan ketika sudah level dikontrak hingga beberapa bulan. Paid review yang model kontrak memang sangat gurih dibanding paid review musiman. Selain bayarannya lebih besar, juga lebih menjanjikan. Tiap bulan ada. Tapi sayangnya ada waktu kontraknya.

Sumber gambar: Pixabay.com

Dan tadi sore, ada email pemberitahuan bahwa kontrak akan habis Maret 2016 mendatang. Oke lah, harus diterima dengan lapang dada. Saya yakin pasti ada rejeki di esok hari meskipun kontrak berakhir. Dalam kasus ini sepertinya saya terlalu nyaman, hingga lupa bahwa semua pasti ada saatnya untuk berakhir. Memang ketakutan terbesar manusia adalah lepas dari kenyamanan. Tapi ... masih ingat dengan slogan "manusia akan muncul potensinya ketika terdesak"? Yah, kini saya sudah mulai merasa terdesak. Harus peras otak cari keran lain untuk dibuka.

Tapi, akhir kata, terima kasih untuk perusahaan yang memberikan kontrak pada saya. Saya bisa beli banyak hal, bisa ini itu dari duit kontrak paid review tersebut. Hehe. Uang dengan nominal besar dalam rupiah saya dapatkan dari kontrak ini. Semoga saja dikontrak lagi. Ngarep dot com.

Komentar

Poskan Komentar