Tinggalkan LPG, Beralih ke PGN

Dengan kenaikan harga LPG yang semakin hari semakin melonjak tinggi, tentu membuat masyarakat semakin resah dan beralih mencari bahan bakar yang lebih ekonomis. Dalam beberapa bulan terakhir, PGN sudah mulai banyak dikenalkan oleh masyarakat Indonesia. Sebenarnya, program PGN bukanlah sebuah program yang baru. Namun karena proses pembangunan jaringannya yang membutuhkan waktu lama, pembangunan infrastrukturnya pun terbatas di beberapa wilayah di Indonesia. Bekerja sama dengan mentri ESDM, PGN mulai mengembangkan jaringannya ke seluruh wilayah di Indonesia. Dengan kata lain, masyarakat kini tengah menantikan sumber bahan bakar yang jauh lebih ekonomis dan juga lebih praktis daripada menggunakan gas LPG.

Menurut Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, PGN akan lebih difokuskan untuk rumah tangga karena mereka adalah pelanggan terbesarnya. Tentu kepentingan rumah tangga akan lebih diprioritaskan karena gas sudah menjadi bagian paling vital untuk keperluan sehari-hari terutama memasak. Sekilas, PGN memang terdengar menyerupai seperti gas LPG. Padahal bila dipahami, keduanya sangatlah berbeda. Bila gas LPG berasal dari Liquefied Petroleum Gas, gas PGN berasal dari gas methane C1 dan gas ethane C2. Cadangan gas bumi tersebut sangatlah banyak di Indonesia sehingga memiliki harga jual yang lebih ekonomis. Masyarakat juga tak perlu menggunakan tabung gas karena gas akan disalurkan menggunakan pipa ke rumah masing-masing.

Meski belum banyak yang mengenal tentang gas bumi PGN, Hendi sebagai Dirut akan terus memperkenalkan bahan bakar yang jauh lebih murah. Untuk pemakaiannya, setiap rumah tangga hanya perlu membayar iuran bulan kepada pihak PGN. Tentu iuran tersebut nantinya bisa didiskusikan kepada masyarakat di daerah yang menggunakan saluran gas bumi tadi. Dengan menggunakan gas bumi PGN, diharapkan mampu mengatasi kekhawatiran masyarakat Indonesia akibat naiknya harga LPG. Saat ini, pembangunan infrastruktur telah dimulai dari Riau, Sumatera, Jakarta, Jateng, dan Jatim. Pemerintah dalam hal ini sangat mendukung program PGN dengan perluasan jaringan di berbagai daerah. Sudirman Said selaku Menteri ESDM juga telah menyerahkan penugasan kepada pihak PGN bulan Agustus 2015 lalu secara resmi.

Komentar

  1. PGN ini lewat pipa2 gas ya? kalo mau pake pgn gimana?

    BalasHapus
  2. Masih belum ngerti PGN, di daerahku belum ada sosialisasinya sih mas. maklumlah daerah pedesaan yang jauuuh dari kota

    BalasHapus

Poskan Komentar